Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Aku dan Seekor Anjing Menjatuhkan Orde Baru Untuk ulang tahunku yang ke-30, kawan-kawan membeli sepuluh botol arak beras merk Guci yang keras luar biasa. “Untuk dirimu sendiri,” kata mereka, “Kau boleh mengambil dua botol. Sisanya kami minum bersama.” Mereka menuang arak dalam gelas-gelas besar, alih-alih sloki-sloki kecil seperti biasa. Dan sebelum dua jam berlalu, kami bergelimpangan seperti para serdadu yang tewas di medan perang. Aku terbangun menjelang Magrib dengan kepala pengar luar biasa dan perut lapar. Aku tidak menemukan satu pun kawanku dan aku menggeliat bangun sambil menggerutu dengan gusar. Setidaknya, mereka seharusnya bisa membangunkanku sebelum pergi. Kami minum di batu ceper besar di tepi Kali Baya. Dan siapa yang bisa menjamin tidak akan ada ular yang melilit jika salah satu di antara kami ditinggalkan begitu saja? Dengan terseok-seok, aku berjalan pulang. Dan pada waktu itulah, aku melihat si anjing. Kecil dan lapar. Menengok ke arahku dengan ekor bergoyang kencang...

Postingan Terbaru